words per minute
3
Reaperroo
00:00
Speed
Dalam keramik yang memeluk panas,hitam pekat menari, tanpa sisa cemas. Aroma melesat, mencuri sisa mimpi, membangunkan raga yang nyaris sepi. Pahitnya jujur, tak pandai bersandiwara, menyentuh lidah dengan cara yang kentara. Kadang manis bersembunyi di balik sendok, menemani pikiran yang sedang tak elok. Ia adalah saksi bagi baris-baris rencana, atau sekadar jeda di tengah dunia yang fana. Satu hirupan, dunia terasa lebih pelan,Hingga ampas tersisa, tanda hari harus dijalankan. Karena bagaimanapun hari akan tetap berganti. Terlepas dari masalah yang selalu kita lewati marilah bersyukur untuk hari ini, esok dan nanti.