szó percenként
19
salmanaizZ
00:00
Sebesség
pagi kelabu menyelimuti sebuah lembah terpencil ketika seorang pengembara melangkahkan kaki menuju bangunan tua yang tampak samar dibalik pepohonan rapat udara lembap membawa aroma tanah basah sementara suara aliran sungai terdengar dari kejauhan jalan berbatu berliku membuat perjalanan terasa panjang namun pemandangan sekitar perlahan berubah menjadi semakin asing rumpun bambu menjulang disisi lereng dan burung kecil berpindah dari satu dahan menuju lainnya tanpa menimbulkan kegaduhan sesosok rusa muncul diantara semak kemudian menghilang setelah mendengar ranting patah pengembara berhenti sejenak memperhatikan jejak samar pada permukaan lumpur lalu melanjutkan perjalanan melewati jembatan kayu yang sudah rapuh dibawahnya arus deras menghantam bebatuan menciptakan percikan putih sebuah pintu sempit terlihat pada dinding bangunan batu lumut menutupi sebagian permukaan sedangkan kaca jendela pecah menyisakan bingkai tua didalam ruangan terdapat meja panjang rak penuh naskah dan lampu minyak yang belum sepenuhnya padam debu menempel pada berbagai benda seolah tempat tersebut telah lama ditinggalkan beberapa lembar kertas tergeletak diatas lantai salah satunya memperlihatkan gambar geometris menyerupai peta tanpa penjelasan jelas pengembara mengambil benda tersebut kemudian menemukan simbol aneh pada bagian belakang guratan tinta membentuk rangkaian bentuk yang tampak seperti petunjuk menuju suatu lokasi tertentu rasa penasaran membuatnya memasuki lorong gelap dibagian belakang bangunan langkah perlahan membawa dirinya menuju ruang bawah tanah tangga batu turun cukup dalam hingga udara terasa lebih dingin dinding lembap memantulkan gema kecil setiap kali telapak kaki menyentuh permukaan keras pada ujung jalan terdapat pintu besi dengan gagang berwarna kusam ketika didorong terdengar bunyi panjang dari engsel didalamnya tersimpan ruangan bundar dengan langit langit rendah sebuah meja bundar berada tepat ditengah bersama kotak kayu berukuran kecil permukaannya dihiasi pola rumit pengembara membuka penutup perlahan dan menemukan batu kristal bening yang memancarkan cahaya redup pantulan tersebut bergerak mengikuti arah tangan seolah memiliki kehidupan tersendiri dibawah benda itu terdapat catatan singkat mengenai sebuah kota yang pernah hilang akibat bencana besar menurut tulisan tersebut tempat tersebut berada melewati hutan menuju kawasan pegunungan yang jarang didatangi manusia pengembara merasa menemukan alasan perjalanan yang selama ini tidak pernah dipahami setelah menyimpan kristal kedalam tas ia kembali menuju permukaan langit sore mulai berubah jingga angin gunung terasa lebih dingin awan bergerak cepat menutupi sebagian cakrawala sebelum hujan turun perjalanan pulang berubah menjadi perjuangan lumpur membuat jalur licin dan kabut menurunkan jarak pandang beberapa kali ia hampir terjatuh namun tetap melanjutkan langkah ketika malam tiba sebuah cahaya muncul dari arah bukit tidak jauh dari tempatnya berdiri titik tersebut semakin terang lalu membentuk bayangan bangunan yang sebelumnya tidak terlihat pengembara mendekat dengan hati hati ternyata terdapat desa kecil tersembunyi dibalik tebing rumah rumah sederhana berdiri mengelilingi halaman luas penduduk keluar membawa lampu mereka memperhatikan pendatang dengan tatapan penuh kewaspadaan seorang lelaki tua berjalan mendekat kemudian bertanya mengenai benda yang dibawanya pengembara menunjukkan kristal tersebut wajah lelaki itu berubah seketika seakan mengenali sesuatu yang telah lama dilupakan ia kemudian mengajak tamunya memasuki rumah kayu didalam terdapat peta besar tergantung pada dinding beberapa bagian telah pudar tetapi bentuk pegunungan masih dapat dikenali lelaki tersebut menjelaskan bahwa batu tadi merupakan peninggalan dari peradaban kuno yang pernah menguasai wilayah sekitar namun keberadaannya sengaja disembunyikan karena kekuatan kristal dianggap terlalu berbahaya untuk digunakan sembarangan pengembara mendengarkan tanpa menyela hingga akhirnya mengetahui bahwa kota tersebut tidak benar benar musnah melainkan tersembunyi dibalik batas alam yang sulit ditembus perjalanan menuju sana membutuhkan keberanian ketelitian serta kemampuan membaca tanda yang tersebar disepanjang jalur keesokan harinya ia meninggalkan permukiman bersama lelaki tua tersebut mereka melewati hutan lebat menyusuri sungai kemudian mendaki lereng curam semakin tinggi udara semakin tipis pepohonan berkurang dan bebatuan mulai mendominasi medan setelah beberapa jam terlihat celah besar diantara dua tebing dari sana terdengar gema aneh ketika mereka masuk cahaya kristal mulai berdenyut mengikuti getaran didalam dinding lorong tiba tiba permukaan batu terbuka memperlihatkan ruangan luas dibaliknya terdapat bangunan kuno dengan menara tinggi jalan berlapis batu serta patung yang hampir seluruhnya tertutup lumut kota tersembunyi itu ternyata masih utuh hanya tertidur dalam kesunyian pengembara memandang tempat tersebut tanpa mampu berkata apa apa sementara cahaya pertama matahari menyentuh puncak menara dan membangunkan bayangan masa lalu yang selama berabad abad menunggu seseorang datang