words per minute

6

AepSaepudin


00:00

Speed

Pagi ini 300 wanita Frank tiba di Acre. Asad bengong melihatnya. Mereka terlihat bersih, putih, dan umumnya bermata biru, berambut pirang. Ada pula yang bermata cokelat. Mereka umumnya didatangkan untuk melayani tentara-tentara Frank yang kesepian dan berperang di timur. Puluhan penyair Arab sudah sejak dulu memuji-muji keindahan dan kejelitaan wanita-wanita Frank, namun mengutuk tentara-tentaranya. Asad segera meyelesaikan urusan dagangnya. Ia membeli buah-buahan dari Eropa dan Afrika Utara. Juga sebagian gandum itali, kopi inggris, dan empat drum tembakau maroko. Ia langsung membawanya ke penginapan. Asad terus membayangkan kecantikan wanita Frank. Namun bukan ke tiga ratus wanita yang baru datang itu. Ia memikirkan seorang wanita Frank yang sejak kecil sudah tinggal di Acre, membantu ayahnya mengurus penginapan. Setelah ayahnya meninggal ketika berperang melawan Nuruddin, sekarang ialah yang menjadi pemilik penginapan tempat Asad menginap. Ia masih muda, cantik enerjik dan cekatan. Ia sudah fasih berbahasa Arab. Sehingga Asad mengajaknya berbicara dengan bahasa Arab. Sudah seminggu Asad mendekati Morgiana, gadis Frank yang cantik itu. Sejak kedatangannya ke penginapan Acre. Asad bertekad tidak akan pulang ke Damaskus tanpanya. Diam-diam Asad adalah perayu ulung. Tidak pernah ia bertemu Morgiana tanpa memujinya. Yang paling membuat Morgiana tersanjung adalah karena Asad memujinya dalam bahasa Frank, yang belum pernah dilakukan seorang pun kepadanya. "Asad hatiku telah tertawan di istana hatimu, tolong, janganlah engkau egois menikmati istana cintamu sendiri, aku ingin membangun dan menikmatinya bersama," ungkap Morgiana kepada Asad di suatu sore.
words per minute
0
wpm
accuracy
0%
Text Practice - Time 375 - English

words per minute