words per minute
3
OtaniOribe
00:00
Speed
Teruntuk Arima Kousei sama
rasanya aneh menulis surat kepada seseorang yang baru saja bersamaku
kau itu orang yang keterlaluan
dungu, lemot, bodoh
pertama kali ku melihatmu adalah ketika ku berusia 5 tahun
pada saat itu di sebuah pertunjukkan kelas piano
seorang anak yang tampil canggung itu berada di depan piano yang terlalu besar baginya dan kesulitan mengatur tempat duduknya sehingga mengundang tawa penonton
dan ketika ia melantunkan nada pertamanya, langsung membuatku terpukau.
nadanya seolah memiliki 24 corak warna dan melodinya menari-nari dengan penuh warna
aku sangat terkejut saat anak perempuan yang duduk disampingku tiba-tiba menangis kencang
meski begitu kau malah berhenti bermain piano
padahal kau sudah mempengaruhi hidup seseorang, kau sungguh keterlaluan
jahat, lemot, bodoh
Saat ku tahu kita berada di SMP yang sama jiwaku rasanya melayang
bagaimana ya caranya agar aku bisa menyapamu
Apa ku ajak beli sandwich di kantin sekolah aja ya
namun, pada akhirnya aku hanya bisa memandangi mu saja
soalnya, semua orang terlihat begitu dekat denganmu
tak ada ruang sedikitpun untukku masuk
saat aku kecil aku pernah dioperasi
lalu sering dirawat di rumah sakit
setelah aku jatuh pingsan saat kelas 1 SMP
aku jadi lebih sering keluar masuk rumah sakit
dan aku pun dirawat jadi semakin lebih lama
aku jadi tidak bisa sekolah dengan semestinya
aku tahu kalau kondisi tubuhku tidak begitu baik
suatu malam
aku melihat Ibu dan Ayahku menangis di ruang tunggu rumah sakit
aku sadar kalau waktuku sudah tak banyak lagi
saat itulah...
aku... mulai berlari
aku mulai melakukan apapun yang ku mau
supaya aku tak membawa penyesalan ke akhirat nanti
aku tak takut lagi untuk memakai lensa kontak
memakan banyak kue yang sebelumnya tak bisa ku lakukan karena khawatir dengan berat badanku
partitur musik yang selama ini selalu mengatur ku
sekarang aku memainkannya dengan caraku sendiri
dan...
aku mengucapkan satu kebohongan
bahwa Miyazono Kaori menyukai Watari Ryota kun adalah kebohonganku
kebohongan itu
membawakan depanku
Arima Kousei kun
kebohongan itu membawamu padaku
sampaikan permintaan maafku pada Watari kun
ah, tapi, sepertinya kalau Watari kun, pasti sudah bisa melupakanku
sebagai teman dia menyenangkan
tapi sepertinya aku lebih menyukai orang yang setia
lalu, sampaikan juga permintaan maafku pada Tsubaki chan
Aku hanyalah seseorang yang hanya numpang lewat dan akan menghilang
Karena aku tak ingin meninggalkan kesan buruk yang aneh, jadi aku tak bisa meminta padanya
atau bisa dibilang, meski aku meminta berkenalan dengan Arima-kun padanya secara langsung, ku rasa Tsubaki chan tak akan memberikan balasan yang baik
lagipula Tsubaki chan sangat menyukaimu
semua orang tahu itu
yang tidak mengetahuinya hanya kamu dan Tsubaki chan saja
kebohongan licik yang membawamu padaku
tak pernah ku bayangkan sebelumnya
kau jauh lebih suram dan murung dari yang ku duga
kau juga keras kepala, tak kenal lelah dan tukang intip
suaramu jauh lebih pelan dari yang ku duga
dan kau jauh lebih jantan dari yang ku duga
namun sesuai dugaanku kau pria yang baik
saat kita melompat ke sungai
airnya sangat sejuk dan menyegarkan ya?
bulan yang mengintip ke ruang musik
seperti roti manju yang enak
saat kita balapan dengan kereta
aku sangat yakin kita bisa menang
saat kita berdua bernyanyi Twinkle, Twinkle Little Star rasanya menyenangkan sekali ya?
sekolah di malam hari ternyata memang ada ya
salju yang turun terlihat seperti kelopak bunga sakura ya?
aku adalah musisi namun terpengaruh oleh segala sesuatu dari luar panggung
aku ini orangnya aneh ya?
aneh ya pemandangan yang tak terlupakan adalah hal-hal biasa seperti ini
tidak juga
bagaimana denganmu
apa aku berhasil masuk ke dalam hati seseorang?
benar
apa aku berhasil masuk ke dalam hatimu?
kau sudah menerobos masuk seenaknya
meski hanya sedikit, apa kau akan mengingatku?
jika ku melupakanmu kau pasti akan kembali untuk menghantuiku
jangan direset ya?
tak akan
jangan melupakanku ya?
ya
janji ya?
ya
ternyata benar, aku senang bertemu denganmu.
bisa tersampaikan ngga ya
ku harap tersampaikan
Arima Kousei kun
aku mencintaimu
mencintaimu
mencintaimu
maaf aku tak menghabiskan Canelenya ya
maaf aku karena sering memukulmu ya
maaf aku sudah egois
maafkan aku atas segalanya ya
terima kasih
(kau seenaknya sendiri)
(akulah yang seharusnya berterima kasih padamu)
P.S.
aku menaruh benda paling berhargaku di dalam suratnya
jika kau tak menginginkannya, robek dan buang saja