words per minute
7
4090
00:00
Speed
Kewirausahaan sosial adalah bagian dari kewirausahaan pada umumnya yang mengidentifikasi secara spesifik masalah sosial dan solusi untuk mengatasinya dengan menggunakan pendekatan yang inovatif melalui pembangunan bisnis yang berkelanjutan (Mair et.al., 2006; Dhesi, 2010). Kewirausahaan sosial juga dapat diartikan sebagai seorang individu, organisasi atau sebuah inisiasi dalam kegiatan kewirausahaan dengan target sosial (Baco et.al., 2013). Seorang wirausaha sosial adalah mereka yang mempunyai aktifitas untuk mencari dan mengeksplor kesempatan yang ada di lingkungan mereka untuk mendukung kesejahteraan sosial dengan membuat sebuah bisnis atau menjalankan sebuah organisasi dengan inovatif (Zahra et.al., 2009).
Seorang wirausaha sosial selalu ingin menyelesaikan masalah-masalah yang sudah ada di benak mereka. Untuk dapat menyelesaikan masalah tersebut, diperlukan komunikasi untuk menjalin bantuan orang lain. Dengan demikian, seorang wirausaha sosial seharusnya mempunyai sifat extraversion yang tinggi. Sangatlah penting bagi seorang wirausaha sosial untuk terjun kepada aktifitas-aktifitas yang memerlukan kemampuan sosial yang tinggi seperti contohnya dalam aktifitas pembentukan kelompok untuk menyelesaikan sebuah project dan mencari sponsor. Sifat extraversion seseorang dapat dimanfaatkan untuk membuat sosial networks, menggunakannya secara efektif dan efisien untuk dapat menunjang aktifitas dari sebuah perusahaan sosial, mencari volunteer untuk bekerja pada sebuah project dan lebih lagi menjalin hubungan kerjasama dengan bisnis sosial lainnya (Irengun & Arikboga, 2015).