words per minute
22
TokioBoi
00:00
Speed
Perihal luka lama yang kau buat dalam waktu singkat
hai, bagaimana kabar kamu?
setelah luka kemarin aku menanti-nanti kabar darimu setiap harinya, lucu rasanya ketika aku mengingat bagaimana kau memperjuangkanku di awal, mencari kabar ku, mencari sosial media ku, mencari alamat rumahku, mencari tahu identitas asliku, mencari background keluargaku, meyakinkan aku bahwa kau benar-benar berniat serius denganku.
Dulu aku hanyalah pengguna sosial media biasa yang berusaha kau kejar dengan alasan pernikahan yang sudah lama kau rencanakan bukan?
masih teringat dengan jelas bagaimana aku berusaha menjauh darimu, memblockir semua sosial mediamu, berusaha buat melupakan kamu karena aku tahu perempuan sepertiku merasa tidak pantas bersanding dengan laki-laki sebaik dirimu.
kamu datang dari keluarga yang baik, pendidikan yang baik, pekerjaan yang baik, agama yang baik sedangkan aku?
perempuan biasa yang benar menginginkan laki-laki baik, tapi bagiku kau terlalu sempurna di pandanganku sehingga aku memilih mundur agar kamu tak terjerumus salah bersamaku.
Tapi entah apa yang benar-benar meyakinkanmu waktu itu hingga kau berusaha sangat keras untuk meyakinkan bahwa kau benar-benar ingin hidup bersamaku.
1 tahun lamanya aku menahan untuk tidak ingin berharap padamu, 1 tahun lamanya aku berfikir apakah kau benar-benar serius atau hanya sekedar ingin tahu bagaimana aku saja? 1 tahun lamanya sampai aku benar-benar bisa percaya bahwa kamu memang orang baik yang mungkin sudah menjadi takdirku, fikirku waktu itu.
tapi salah, perkenalan kita hanya singkat 2 tahun saja.
Entah bagaimana bodohnya aku waktu itu, aku yang mencintaimu atau kau yang mencintaiku, entah apa yang benar-benar membuatku merasa sangat bersyukur sudah dimiliki kamu hingga aku diminta untuk bertemu denganmu sejauh itu saja aku mau.
2019 aku pergi ke Malang hanya untuk sebuah perkenalan singkat kita
2020 aku meyakini keseriusanmu hingga aku mengiyakan untuk ke Malang lagi waktu itu
2021 aku pergi ke Bogor untuk menemuimu karena kamu sudah bekerja di sana.
2021 bulan Juni kelahiranmu kau yang datang ke Semarang karena waktu itu kau ingin pulang Sulawesi hanya saja kamu positif Covid-19 namun kamu tak mau isolasi hingga aku menawarkan untuk ke Semarang agar aku bisa merawatmu.
1 minggu kita bersama sampai akhirnya kamu sembuh dan memutuskan untuk pulang ke tanah kelahiranmu.
Selama 1 minggu aku benar-benar memeperhatikanmu, mengadopsi kebiasaan-kebiasaan kecilmu, memperhatikan raut wajahmu, melihatmu tertidur dengan pulas aku masih mengingat itu sangat jelas.
sempat aku menangis saat kau tertidur dalam hati kenapa kamu harus sejauh ini hanya ingin bersamaku.
aku merasa bersalah setiap harinya, kamu sangat baik kenapa harus menyukai perempuan sepertiku.
dan benar, 2 minggu setelah kamu pulang dirumah ada kabar yang paling aku takuti selama ini yaitu kepergianmu.
Iya kamu memutuskan untuk mengakhiri hubungan ini karena katamu kamu dikenalkan perempuan disana dan orang tua kalian sudah sama-sama setuju.
aku diam sebentar tidak cukup kaget, karena aku tahu hal ini mungkin akan terjadi, sekali lagi kupastikan tentang perempuan itu, aku mendengar suaramu bahagia ketika menceritakan perempuan itu, kamu terlihat sangat menginginkan perkenalan itu sejak lama dan aku senang akhirnya aku merasakan sakit ini dari kamu.
terimakasih untuk usaha, perkenalan, kepercayaan yang sudah kamu perjuangkan untuk,ku
semoga bahagia ku doakan menyertaimu dan perempuan itu, semoga pernikahanmu dilancarkan.
dan ku harap semoga dosa kita tak sampai di keluarga kecilmu.
perempuan yang akan dilahirkan dari rahim istrimu semoga mirip denganku yang tulus mencintaimu, sabar menantimu. bahkan setelah luka itu aku masih benar-benar menyayangimu.
Cintaku hari ini hanya sebatas kagum yang tidak akan pernah bersatu, aku menyadari itu.
Perihal luka lama sudah ku maafkan, sudah ku ikhlaskan.
Bahagia kuyakin akan selalu menyertaimu
dariku untuk diriku
R&R
Jawa-Sulawesi
4 Juni 2000