words per minute
7
MuhamadRizky1
00:00
Speed
Barangkali sekitar tiga batang samsu yang lalu. Ya, kurang lebih dalam kurun waktu tersebut, serangkaian peristiwa terjadi secara berurutan. Mula-mula, sebuah truk menghantam tiang listrik dengan kecepatan yang, tentu saja, aku tak tahu berapa tepatnya. Tapi dapat kupastikan, truk tersebut menghantam tiang listrik dengan kecepatan yang lebih cepat dari manusia mana pun saat berlari dengan kecepatan maksimumnya.
Sampai saat ini aku masih belum mengetahui penyebab kenapa truk itu bisa menghantam tiang listrik. Ada banyak kemungkinan. Salah tiganya, boleh jadi karena rem blong, Si Sopir yang mengantuk atau bahkan kemungkinan terburuknya adalah, Si Sopir sedang mencoba melakukan upaya bunuh diri. Jika kemungkinan yang terakhir itu memang sebabnya, maka sungguhlah sia-sia upaya Si Sopir. Sebab, satu-satunya korban dalam peristiwa tersebut hanyalah tiang listrik. Si Sopir tak menderita luka barang satu gorespun. Sungguhpun begitu, aku tak peduli apa penyebab sebenarnya. Tak adanya korba jiwa sudah cukup membuatku untuk melepaskan perhatian dari kejadian tersebut.
Tak lama kemudian, sebuah peristiwa lain terjadi. Satu peristiwa yang hanya bisa kusimpan di dalam sebaik-baiknya ingatan. Peristiwa yang aku rasa tak mampu untuk menuliskannya. Betapa pun kerasnya aku berupaya untuk menulis, hanya akan membuat isi kepalaku terus berputar-putar. Aksara melayang-layang, membentuk kata demi kata yang berserakan dan tersusun menjadi kalimat-kalimat tak beraturan yang panjang, yang membentang, yang melilit-lilit dan aku menjerit.