words per minute

4

Irvan_arif


00:00

Speed

Teruntuk diriku sendiri. Bagaimana perjalananmu hari ini? Tidak apa-apa kalau memang tidak baik-baik saja. Kita masih manusia, dan manusia masih punya hak untuk menangis. Terlalu tidak apa-apa untuk bilang : "hai dunia, aku sedang tidak baik, tolong jangan tampar aku lagi dengan kenyatan yang lebih buruk". Contohnya ketika apa yang sedang aku usahakan akhirnya terwujud. Aku butuh itu. Sudah lama ini aku bingung, sebenarnya apa yang ku kejar? Ku kira dekat, ternyata sejauh matahari. Ya, mimpiku masih terlihat jauh sekali. Jangankan menanggung bahagia orang disekitarku. Membahagiakan diri sendiri pun aku tidak tahu bagaimana caranya. Semuanya seperti sia-sia kawan. Bahkan kawan ku pun hilang. Mereka pergi, ada yang di ambil cinta dan ada yang di ambil cita-cita. Dan pada akhirnya seorang manusia akan benar-benar hidup sendirian. Semua orang hanya lalu lalang. Datang, pergi, dan pulang sudah jadi kebiasaan. Sampai disini aku paham, tentang kemana aku berjalan dan tentang kapan aku harus berhenti berjuang. Keduanya berenang di kepala sesekali kadang sesak dibuatnya. Terlalu banyak harapan di pundakku, sedang aku jalannya saja sudah tidak tegak lagi. Pantas saja mataku sering menangis, ternyata aku sudah terlalu lama menekan diriku sendiri. Untuk selalu memenuhi ekspetasi orang lain yang sebenarnya aku tidak kuat. Tapi aku tidak bisa bilang tidak. Hanya karena itu badan ku lemah, dibantingi realita yang terlalu payah. Jadi wajar kalau malam ini mataku basah. Biarpun semua mengalir apa adanya. Aku butuh rehat. Tidak setiap hari aku terlihat kuat. Untuk malam ini saja aku menyerah. Akan ku taruh semuanya pada hayalan mimpi yang akan terbang bersama tingginya angan-angan. Dan aku, aku izin terbaring lemah ya malam ini. Aku sudah lama tidak tidur lelap. Bahkan aku lupa rasanya nyenyak itu bagaimana. Kabari aku kalau perjalanannya sudah mau sampai. Selamat malam. Harapan.
words per minute
0
wpm
accuracy
0%
Text Practice - Time 717 - English

words per minute