words per minute

29

vandz005


00:00

Speed

Halo semuanya, menurut saya cara untuk mengetik cepat itu tidak perlu mengikuti standar orang-orang. Contohnya, "mengetik cepat itu haarus menggunakan 10 jari, kalo ngga pake 10 jari ngga akan bisa ngetik cepat" menurut saya pribadi, kita itu bisa ngetik cepat tanpa harus mengguanakan ke-sepuluh jari kita, tetapi bisa hanya dengan kurang dari 10 jari, entah itu 6, 7, ataupun 8. Kenapa? karena ada beberapa orang yang dia belum biasa atau bahkan susah untuk mengetik 10 jari, memang jika mengetik menggunakan 10 jari lebih efisien, dikarenakan semua jari terletak pada tempat dan jangkauannya masing-masing. Tapi jika kita bisa memaksimalkan jari yang sebelumnya kita sering gunakan dan menghafal tata letak tombol keyboard, maka itu akan lebih cepat, karena kita sudah terbiasa dengan jari mana saja yang kita gunakan karena kita tinggal menghafal letak tombol di keyboard. Saat ini saya hanya busa maksimal menggunakan enam sampai delapan jarii saja untuk mengetik.Saya masih belajar untuk mengetik sepuluh jari, terkadang saya kagok (kaget), saat saya menambah satu jari untuk ikut mengetik, biasanya akan terjadi efek tidak biasa yang dimana ada salah satu jari akan bingung tugas dia dimana, karena bertamabhnya satu jari. Saya belajar mengetik sepuluh jari agar bisa mengetik cepat tentu saja, dan saat saya melihatnya, saya merasa itu adalah suatu hal yang keren. Dan juga saya adalah seorang Mahasiswa jurusan Ilmu Komputer, yang dimana pasti hampir setiap hari berhadapan dengan laptop atau komputer dan mengetik, mau itu coding atau slide ppt, maupun belajar membuat makalah. Salah satu motivasi saya ingin mengetik cepat adalah, rasanya keren jika kita bisa coding dan dibarengi dengan mengetik cepat. Jujur saya pikir (curhat sedikit), saat saya pertama kali masuk kelas dan menjalankan kbm, saya cukup kaget karena banyak teman kelas saya yang sudah jago tenatn per-codingan, mereka sudah mulai kenal coding dari SMA, ada yang masuk club atau ekskul coding, ada yang sudah pernah ikut lomba IOT. Saya merasa tertinggal disana, tetapi saya beruntung karena mendapatkan kawan sekelas yang tidak ragu atau segan untuk berbagi ilmunya dengan saya. Disemester pertama saya belajat tentang C++, jujur saja itu rumit (untuk saya), karena jika kita ingin membuat suatu syntax, kita harus paham dan menghafal semua library yang ada pada C++, disitu sangat struggling menurut saya, dan jujur disemester dua ini, saya masih belum paham, tapi kalo saya dengar atau saat menonton podcast. Tidak perlu harus menguasai seluruh bahasa pemrograman, menurut saya sendiri pribadi C++ cukup rumit disemester satu, dan disemester dua ini. Kami semua belajar coding dengan python. Saat saya mencari tahu tentang python, menurut saya pyhton tidak serumit C++, karena syntax pada python sangatlah simpel dan tidak perlu terlalu panjang, contoh, saya ingin menampilkan output hello world, pada python kita hanya perlu mengetik print ("hello world"), hanya perlu satu baris, sedangkan C++, kita butuh hingga 5-6 baris coding. Sudah dulu ya, untuk diriku sendiri.
words per minute
0
wpm
accuracy
0%
Text Practice - Time 619 - English

words per minute