words per minute
9
aziz8
00:00
Speed
Pagi buta yang dingin, membuat semua orang malas bekerja seperti biasanya. Seperti pria paruh baya yang hanya pengangguran ini. Hari-harinya hanya bermalas-malasan. Sementara anak semata wayang dan istrinya berusaha menghidupi keluarga. Tak kenal lelah mencari nafkah halal kesana kemari. Sebut saja "Pak Jum", ia hanya membentak, meminta ini dan itu tanpa pernah member nafkah. Anaknya saja berhenti bersekolah. Tak punya hati sudah. Manusia setan durjana.
Ketika terik membakar kulit pekerja keras. Beliau duduk santai dengan asap-asap yang menyekat perokok pasif. Membuat hutang keluarga semakin menumpuk. Hingga malam menyapa beliau tidak sedikitpun mencari keluarganya. Saat istri dan anaknya kembali membawa makan, "Ini makan buat saya, kan!" membentak hingga anaknya menangis dan diam karena takut dipukuli. Hanya diam dan sabar yang mereka lakukan setiap hari melawan "Pak Jum".
Malam sunyi itu, dia marah karena tak ada uang sepeserpun di almari. Dia mencaci dan memukuli istrinya hingga berdarah-darah. "Ayah hanya bisa meminta tak pernah bekerja! Menghamburkan uang dan menyiksa kami! Hati ayah batu!" anaknya menjerit menangis bersujud di telapak kaki ayahnya menghentikan penyiksaan.
Bungkam bibir ayahnya. Tertunduk menyadari kesalahannya. Memohon maaf dan beliau berjanji untuk menafkahi mereka. Sendu malam itu, mereka bersujud pada Allah memohon perubahan yang baik dalam pelukan hangat.