words per minute
4
Typist_4583503
00:00
Speed
Seorang pemuda duduk menonton video motivasi, sambil memegang uang bayaran sekolah, matanya berbinar seperti orang yang baru menemukan harta karun di dalam tong sampah.
Tanpa berpikir panjang, seluruh uang itu dia investasikan ke kripto, kemudian dia menatap langit dan berkata, mulai sekarang aku adalah investor, aku adalah calon raja kaya, suatu hari wajahku akan ada di majalah Forbes dan satu level dengan Pak Joko, katanya dengan wajah sigma yang mirip bebek sedang memikirkan cicilan motor.
Besoknya dia putus sekolah demi investasi, ketika ditanya mau jadi apa, dia menjawab, aku ingin menjadi manusia unggul, jujur pada diri sendiri, pemberani, fak lah.
Tidak ada yang paham, termasuk dirinya sendiri, tetapi dia tetap mengangguk dengan gaya orang yang baru saja menemukan rumus kehidupan.
Hari berganti hari, uangnya tidak bertambah, tetapi keberanian dan kemaluan eh maksudnya rasa tidak tahu malunya bertambah dengan sangat cepat, sampai akhirnya orang tuanya menyerah dan mengusirnya.
Setiap kali diruqyah oleh bapaknya, dia malah tertawa sok keren, kemudian dia berkata dengan gaya memberi nasihat kepada bapaknya, kehidupan setelah kematian itu hoax, yang nyata hanyalah saldo rekening.
Tiga hari kemudian, dia bergumam, sepertinya aku tidak cocok hidup di ekosistem manusia inferior ini.
Dia pun kabur membawa ransel, BPKB tanah bapaknya, sandal akupuntur, dan sertifikat deposito yang ternyata adalah sertifikat desil 5.
Di jalan, dia menjadi anak jalanan, lalu bertemu seorang pemuda yang memiliki cita cita sama, ingin kaya raya tetapi alergi terhadap pekerjaan, fak pekerjaan, keteraturan adalah simbol ketertindasan.
Mereka berjalan selama tiga hari, tidak makan, tidak bekerja, tetapi tetap membicarakan kebebasan finansial.
Akhirnya perut mereka berbunyi bak cacing usus meminta revolusi.
Pemuda itu berkata, letak nilai manusia ada di rekeningnya, oleh karena itu, demi memenuhi kebutuhan perut, maka aku akan menjual BPKB tanah ini kepada tukang gorengan untuk dijadikan bungkus gorengan.
Sungguh sebuah strategi ekonomi yang belum pernah ditemukan oleh para ekonom dunia.
Mereka berjalan jalan tanpa tujuan, lalu tiba tiba berlari.
Woi, kamu dimana.
Di sini.
Dengan siapa.
Dengan masa depan.
Semalam makan apa.
Mereka berhenti, saling menatap dengan penuh harapan.
Semalam makan nasi jagung dengan sayur kol.
Woooooooo.
Mereka menangis bahagia, sebab ternyata kemiskinan juga bisa terasa seperti seminar motivasi gratis, terutama jika pembicaranya juga tidak punya uang.