words per minute

4

Typist_4583503


00:00

Speed

Selama 20 tahun, Jaya menjadi budak korporat dengan gaji di bawah UMR, berangkat pagi pulang subuh, bahkan pernah lembur sampai satpam mengira Jaya bagian dari gedung, Gedung Jaya, krik krik krik garing. Bos bertambah kaya, Jaya bertambah umur serta sedikit pengalaman. Akhirnya Jaya membuka usaha, dapat duit, putar buat modal, dapat duit lagi, sampai menjadi kaya dan sering mesen ojol buat konvoy keliling kampung. Namun hidup terasa hampa, ia mempertanyakan esensi kehidupan sembari muka sigma, tapi dia tetap tidak menemukan semangat hidup, akhirnya ia mencoba judol. Kalah, emosi, kalah lagi, tetapi dia percaya kekalahan adalah kemenangan yang tertunda karena pengalaman susah 20 tahun dan menjadi kaya. Ia terus kalah sampai pekerjaan terganggu, usaha bubar, keluarga retak, dikucilkan kampung, dan makan nasi jagung dengan sayur kol. Ketika pesawat lewat, Jaya berteriak minta duit, tetapi pilot tidak menghiraukan. Hidupnya miskin, sulit, susah, ripuh, busung lapar. Jaya akhirnya bekerja lagi, sedikit demi sedikit menjadi bukit, dan akhirnya kembali kaya, sesekali dia menertawakan pengalaman kehidupan yang telah dilaluinya, meski setiap melihat pesawat tetap refleks minta duit.
words per minute
0
wpm
accuracy
0%
Text Practice - Time 321 - English

words per minute